Selasa, 14 Maret 2017

Tugas struktur

TUGAS TERSTRUKTUR
MODEL ATOM THOMSOM

Media Pembelajaran Kimia

Alat Peraga Pendidikan

  1. Sudjana, 2009Pengertian Alat Peraga Pendidikan adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien.
  2. Faizal, 20010, mendefinisikan Alat Peraga Pendidikan sebagai instrument audio maupun visual yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan membangkitkan minat siswa dalam mendalami suatu materi.
  3. Wijaya dan Rusyan,  1994 yang dimaksud Alat Peraga Pendidikan adalah media pendidikan berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga siswa tidak menjadi bosan dalam meraih tujuan-tujuan belajar.
  4. Nasution, 1985 alat peraga pendidikanadalah alat pembantu dalam mengajar agar efektif”.
  5. Suhardi, 1978  Pengertian alat peraga pendidikan atau Audio-Visual Aids (AVA) adalah media yang pengajarannya berhubungan dengan indera pendengaran (
  6. Sumad, 1972,   mengemukakan bahwa alat peraga atau AVA adalah alat untuk memberikan pelajaran atau yang dapat diamati melalui panca indera. Alat peraga merupakan salah satu dari media pendidikan adalah alat untuk membantu proses belajar mengajar agar proses komunikasi dapat berhasil dengan baik dan efektif.
  7. Amir Hamzah, 1981 bahwa Alat Peraga Pendidikan adalah adalah alat-alat yang dapat dilihat dan didengar untuk membuat cara berkomunikasi menjadi efektif”. Sedangkan yang dimaksud dengan alat peraga menurut Nasution (1985: 95) adalah “alat bantu dalam mengajar lebih efektif”.
Dari uraian-uraian di atas jelaslah bahwa pengertian alat peraga pendidikan adalah merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa.
Tujuan dan Manafaat Alat Peraga Pendidikan
Berikut ini beberapa tujuan dan manfaat alat peraga disebutkan sebagai berikut:
  1. Alat peraga pendidikan  bertujuan agar proses pendidikan lebih efektif dengan jalan meningkatkan semangat belajar siswa,
  2. Alat peraga pendidikan  memungkinkan lebih sesuai dengan perorangan, dimana para siswa belajar dengan banyak kemungkinan sehingga belajar berlangsung sangat menyenangkan bagi masing-masing individu,
  3. Alat peraga pendidikan memiliki manfaat agar belajar lebih cepat segera bersesuaian antara kelas dan diluar kelas, (d) alat peraga memungkinkan mengajar lebih sistematis dan teratur.
Secara ringkas, Proses pembelajaran memerlukan media yang penggunaannya diintegrasikan dengan tujuan dan isi atau materi pelajaran yang dimaksudkan untuk mengoptimalkan pencapaian suatu tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Fungsi media pendidikan atau alat peraga pendidikandimaksudkan agar komunikasi antara guru dan siswa dalam hal penyampaian pesan, siswa lebih memahami dan mengerti tentang konsep abstrak matematika yang diinformasikan kepadanya. Siswa yang diajar lebih mudah memahami materi pelajaran jika ditunjang dengan alat peraga pendidikan.
Secara jelas dan terperinci, berikut ini adalah faedah-faedah atau manfaat dari penggunaan alat bantu/peraga pendidikan yaitu antara lain sebagai berikut:
  • Menimbulkan minat sasaran pendidikan ;
  • Mencapai sasaran yang lebih banyak ;
  • Membantu dalam mengatasi berbagai hambatan dalam proses pendidikan ;
  • Merangsang masyarakat atau sasaran pendidikan untuk mengimplementasikan atau melaksanakan pesan-pesan kesehatan atau pesan pendidikan yang disampaikan ;
  • Membantu sasaran pendidikan untuk belajar dengan cepat dan belajar lebih banyak materi/bahan yang disampaikan ;
  • Merangsang sasaran pendidikan untuk dapat meneruskan pesan-pesan yang disampaikan pemateri kepada orang lain;
  • Mempermudah penyampaian bahan/materi pendidikan/informasi oleh para pendidik atau pelaku pendidikan ;
  • Mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan. Seperti diuraikan di atas, bahwa pengetahuan yang ada pada seseorang diterima melalui panca indera. Berdasarkan penelitian para ahli, bahwa indera yang paling banyak menyalurkan pengetahuan ke dalam otak adalah mata. Kurang lebih 75 % sampai 87 % dari pengetahuan manusia diperoleh/disalurkan melalui mata. Sedangkan 13 % sampai 25 % lainnya diperoleh atau tersalur melalui indera yang lain. Dari sini dapat disimpulkan bahwa alat-alat peraga/media/alat bantu visual akan lebih mempermudah cara penyampaian dan penerimaan informasi atau bahan atau materi pendidikan ;
  • Dapat mendorong keinginan orang untuk mengetahui, kemudian lebih mendalami, dan akhirnya mendapatkan pengertian yang lebih baik. Orang yang melihat sesuatu yang memang diperlukan tentu akan menarik perhatiannya. Dan apa yang dilihat dengan penuh perhatian akan memberikan pengertian bru baginya, yang merupakan pendorong untuk melakukan atau memakai sesuatu yang baru tersebut ;
  • Membantu menegakkan pengertian/informasi yang diperoleh. Sasaran pendidikan di dalam memperoleh atau menerima sesuatu yang baru, manusia mempunyai kecenderungan untuk melupakan atau lupa. Oleh sebab itu, untuk mengatasi hal tersebut, AVA (Audio Visual Aid – alat bantu/peraga audio visual) akan membantu menegakkan pengetahuan-pengetahuan yang telah diterima oleh sasaran pendidikan sehingga apa yang diterima akan lebih lama tersimpan di dalam ingatan.  
Disini kami membuat alat peraga untuk mendemonstrasikan materi tentang teori atom J.J Thomson. Untuk lebih jelasnya kunjungi link berikut : https://www.youtube.com/watch?v=xaQlhUs2vkM

PRESENTASI E-LEARNING KIMIA HASIL PENGEMBANGAN


PRESENTASI E-LEARNING KIMIA HASIL PENGEMBANGAN


Pada presentasi E-Learning kimia hasil pengembangan kelompok kami menggunakan aplikasi edmodo yang dapat di download di handphone dan dapat di akses pada situshttp://edmodo.com



Pada pengembangan E-Learning kimia pilihan yang tersedia pada aplikasi edmodo adalah sebagai guru, siswa, dan juga orangtua. Namun pada pengembangan E-Learning yang kelompok kami terapkan saya sebagai siswa.







MEDIA POWERPOINT SEBAGAI PERSENTASE MULTIMEDIA PEMBELAJARAN KIMIA HASIL PENGEMBANGAN


MEDIA POWERPOINT SEBAGAI PERSENTASE MULTIMEDIA PEMBELAJARAN KIMIA HASIL PENGEMBANGAN 

 

Percobaan dalam persentase Multimedia yang bisa dilakukan untuk metode pembelajaran melalui percobaan  salah satunya yaitu mengenai pengaruh konsetrasi, luas permukaan dan suhu terhadap laju reaksi. Media penyampaiaan yang digunakan adalah Powerpoint. Setelah adanya video hasil percobaan yang dilakuakan kini media penyampaain dari hasil percobaan itu disajikan dalam bentuk powerpoint.
Untuk dapat mengakses Media Powerpoint bisa di download dan di lihat  pada :

https://drive.google.com/file/d/0B9ZouAfKDXmjdFptUGsyTm1XaWs/view?usp=sharing 

Sabtu, 04 Maret 2017

Presentasi Multimedia pembelajaran kimia Hasil Pengembangan



Presentasi Multimedia pembelajaran kimia Hasil Pengembangan



Laju reaksi

1. Pengertian Laju Reaksi

            Pengertian Laju reaksi adalah laju penurunan reaktan (pereaksi) atau laju bertambahnya produk (hasil reaksi). Laju reaksi ini juga menggambarkan cepat lambatnya suatu reaksi kimia. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi, maka jumlah zat pereaksi akan makin sedikit, sedangkan produk makin banyak.

            Reaksi kimia berlangsung dengan laju/kecepatan yang berbeda-beda. Ada reaksi yang cepat, misalnya pembakaran kertas, adapula yang lambat, misalnya perkaratan logam. Dalam bidang industri kimia, pengetahuan mengenal laju reaksi sangat penting dalam penentuan kondisi yang diperlukan untuk membuat suatu produk secara tepat dan ekonomis.

             Hal ini mewakili banyaknya zat yang bereaksi, untuk jumlah partikel atau zat pereaksi sangat sekali mempengaruhi besar tumbukan dalam reaksi sehingga merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan terjadinya laju reaksi. Sebab semakin besar konsentrasi maka semakin pula banyak zat yang bereaksi dan semakin besar kemungkinan terjadinya tumbukan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Laju Reaksi

A, Konsentrasi
            Hal ini mewakili banyaknya zat yang bereaksi, untuk jumlah partikel atau zat pereaksi sangat sekali mempengaruhi besar tumbukan dalam reaksi sehingga merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan terjadinya laju reaksi.  Jika konsentrasi suatu larutan makin besar, larutan akan mengandung jumlah partikel semakin banyak sehingga partikel-partikel tersebut akan tersusun lebih rapat dibandingkan larutan yang konsentrasinya lebih rendah. Susunan partikel yang lebih rapat memungkinkan terjadinya tumbukan semakin banyak dan kemungkinan terjadi reaksi lebih besar. Makin besar konsentrasi zat, makin cepat laju reaksinya. 

Gambar 8. (a) tumbukan yang terjadi pada konsentrasi kecil, (b) tumbukan yang terjadi pada konsentrasi besar.
 Contohnya : Melarutkan garam pada asam cuka dan campuran asam cuka – air.


b.  Pengaruh Suhu

            Pada saat kondisi suhu yang tinggi, energi molekul bertambah sehingga laju molekul juga semakin bertambah, meningkatnya laju molekul memungkinkan reaksi berlangsung dengan secara cepat, jadi bila semakin tinggi suhu semakin besar juga laju reaksinya.

            Partikel-partikel dalam zat selalu bergerak. Jika suhu zat dinaikkan, maka energi kinetik partikel-partikel akan bertambah sehingga tumbukan antar partikel akan mempunyai energi yang cukup untuk melampaui energi pengaktifan. Hal ini akan menyebabkan lebih banyak terjadi tumbukan yang efektif dan menghasilkan reaksi .


Gambar 12. (a) tumbukan antarpartikel pada suhu rendah, (b) tumbukan antarpartikel pada suhu tinggi.

Contoh : Pelarutan gula pada air panas dan air dingin. 

       c.  Luas Permukaan
             
            Luas permukaan merupakan salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung ialah zat-zat pereaksi harus bercampur dan saling bersentuhan. Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran yang disebut bidang sentuh. Reaksi kimia akan berlangsung sangat cepat apabila luas permukaan atau bidang sentuhnya lebih luas pula. Karena semakin luas permukaan maka semakin cepat pula laju reaksinya, malah sebaliknya semakin kecil luas permukaan maka semakin kecil laju reaksinya.
           
Contoh : Kertas yang dibakar dengan luas permukaan yang berbeda. 

Untuk video percobaan dapat di lihat pada link berikut: 
 https:youtu.be/yirqjrk6z2g